
Membongkar Lore Elden Ring bukanlah perkara sederhana. Game ini penuh dengan mitologi rumit, simbolisme, serta dunia yang kaya akan misteri. Hidetaka Miyazaki bersama George R. R. Martin berhasil menciptakan kisah epik yang membuat pemainnya terus bertanya-tanya tentang makna sebenarnya dari Lands Between. Sebagai Tarnished, pemain bukan hanya sekadar petualang biasa, tetapi bagian dari narasi besar yang menentukan arah sejarah dunia tersebut.
Asal Usul Tarnished dan Kehendak Emas
Tarnished adalah manusia yang kehilangan anugerah dari Erdtree, simbol kekuatan dan keberkahan di Lands Between. Mereka diasingkan, terlunta-lunta di luar negeri, hingga pecahnya Elden Ring mengubah segalanya. Retakan besar itu mengguncang dunia, memunculkan perang saudara antar keturunan Ratu Marika, serta menciptakan kekacauan yang tak terelakkan.
Dalam momen inilah, Guidance of Grace kembali bersinar. Cahaya suci itu memanggil para Tarnished yang tercerai-berai untuk kembali. Bukan sekadar untuk bertahan hidup, tetapi untuk menjadi pengganti penguasa lama dan memperbaiki Elden Ring yang hancur. Dengan kata lain, Tarnished adalah harapan terakhir bagi kelanjutan dunia.
Peran Melina dan Hubungan dengan Tarnished
Dalam perjalanan, Tarnished bertemu dengan Melina, seorang sosok misterius yang menawarkan diri sebagai pendamping. Melina berperan penting, tidak hanya sebagai pemandu tetapi juga sebagai jembatan spiritual menuju tujuan akhir. Ia membawa Tarnished ke Roundtable Hold, tempat para prajurit terpilih berkumpul dan menerima arahan dari Two Fingers, representasi dari Greater Will.
Hubungan antara Melina dan Tarnished bukan sekadar praktis. Ada sisi emosional yang berkembang sepanjang perjalanan. Melina tahu bahwa nasibnya terikat pada api yang akan digunakan untuk membuka jalan ke dalam Erdtree. Dengan pengorbanan dirinya, Melina menjadi simbol bahwa setiap kekuatan besar selalu menuntut harga yang mahal.
Pertempuran Melawan Para Demigod
Misi utama Tarnished adalah mengumpulkan Great Rune yang dipegang oleh para demigod. Setiap demigod adalah anak keturunan Marika, namun terjebak dalam ambisi, keserakahan, dan keputusasaan. Pertarungan dengan mereka bukan sekadar ujian kekuatan, tetapi juga potongan kisah tragedi besar yang melanda Lands Between.
Beberapa demigod terkenal yang menjadi lawan adalah Godrick the Grafted, yang tubuhnya dipenuhi bagian tubuh orang lain demi memperkuat dirinya. Ada juga Radahn, sang jenderal perkasa yang terjebak dalam kegilaan akibat sihir Scarlet Rot. Dan tak ketinggalan, Rykard yang memilih jalan mengerikan dengan menyatu bersama ular besar demi kekuasaan.
Setiap kemenangan bukan hanya membuka jalan lebih jauh, tetapi juga memperlihatkan kepingan dari sejarah keluarga Marika yang penuh intrik. Tarnished dipaksa untuk menilai apakah ia berbeda dari mereka atau sebenarnya hanya mengulang siklus perebutan kekuasaan yang sama.
Jalan Menuju Erdtree dan Pilihan Berat
Setelah mengalahkan cukup banyak demigod, Tarnished mendapatkan izin untuk menuju Erdtree. Namun, pintu masuknya terkunci rapat oleh duri abadi yang tidak dapat ditembus oleh senjata biasa. Di sinilah pilihan penting muncul. Melina menawarkan untuk mengorbankan dirinya demi membakar Erdtree dengan Flame of Ruin, sebuah tindakan yang menimbulkan dilema moral bagi banyak pemain.
Namun, ada juga jalan lain. Pemain bisa mengikuti jalur Frenzied Flame, sebuah kekuatan kacau yang berusaha menghancurkan seluruh ciptaan. Jalan ini membuat Tarnished menolak peran Elden Lord dan justru memilih untuk menjadi perusak segalanya. Pilihan ini mengubah arah narasi secara drastis, menegaskan bahwa kebebasan pemain dalam Elden Ring bukan hanya pada pertarungan, tetapi juga pada moralitas.
Pertarungan Akhir dan Takdir Tarnished
Di puncak perjalanan, Tarnished berhadapan dengan Radagon, suami sekaligus aspek lain dari Ratu Marika. Setelah pertarungan sengit, wujud sejati Elden Ring terungkap melalui Elden Beast, makhluk kosmik yang menjadi penjelmaan kehendak Greater Will. Mengalahkannya berarti menantang takdir dan mengambil alih peran penguasa tertinggi.
Dari sini, berbagai kemungkinan akhir terbuka. Tarnished bisa menjadi Elden Lord dan membangun kembali dunia sesuai visi yang dipilih. Ia juga bisa mendukung Ranni the Witch, yang menolak Greater Will dan memulai era baru tanpa dominasi ilahi. Atau, jika mengikuti Frenzied Flame, ia justru memicu kehancuran total. Semua akhir ini memberikan pengalaman emosional yang mendalam dan menegaskan bahwa cerita Elden Ring adalah tentang pilihan dan konsekuensi.
Lore Tambahan dalam Shadow of the Erdtree
DLC Shadow of the Erdtree memperluas cerita dengan memperkenalkan Miquella, salah satu sosok paling misterius dalam lore. Ia dikenal sebagai dewa muda dengan sifat penuh kasih, namun nasibnya terikat pada penderitaan akibat Scarlet Rot yang menimpa saudaranya, Malenia. Perjalanan ke Land of Shadow dalam DLC ini memberikan konteks baru mengenai konflik lama dan semakin memperkuat kompleksitas narasi Elden Ring.
Kesimpulan
Membongkar Lore Elden Ring berarti menyelami kisah epik penuh tragedi, ambisi, pengorbanan, dan pilihan moral yang menentukan arah dunia. Dari sosok Tarnished yang terbuang hingga akhirnya bisa berdiri sebagai Elden Lord, setiap langkah perjalanan mengajarkan bahwa kekuasaan tidak pernah gratis, dan setiap kemenangan selalu meninggalkan jejak luka. Elden Ring bukan hanya sebuah game, melainkan karya seni interaktif yang mengundang pemainnya untuk bertanya: apa arti sebenarnya menjadi penguasa, dan harga apa yang rela dibayar demi sebuah takhta?